MAHASISWA MSP IPB CIPTAKAN INOVASI COKLAT PERTAMA DI DUNIA, COKLOVE (COKLAT LELE OVERSIZE) DENGAN NILAI KANDUNGAN KALSIUM YANG TINGGI

Posted on Posted in Buletin Himasper IPB, IPB

coklove 

BOGOR- Di dunia ini, siapa tidak mengenal coklat? Makanan manis ini memiliki penggemar yang sangat banyak dan beragam dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, baik pria maupun wanita di dunia ini pasti mengenal dan umumnya menyukai makanan yang bernama Coklat. Bahkan Indonesia merupakan produsen bahan baku coklat terbesar kedua di dunia pada tahun 2014. Nilai jualnya dalam bentuk olahan coklat baru dimanfaatkan sebesar 50 persen, akibat kurangnya teknologi pengolahan dan pengembangan produk. Namun, bagaimana jadinya jika coklat dikombinasikan dengan ikan lele oversize?

Ikan lele oversize merupakan ikan lele yang telah melebihi ukuran konsumsi. Ikan lele yang ukurannya besar ini kurang sesuai dengan permintaan pasar sehingga masih kurang dimanfaatkan. Hal ini karena masyarakat kurang menyukai bentuk dan ukurannya yang besar serta baunya yang khas. Selain itu, usaha pengolahan ikan lele hampir selalu menghasilkan produk samping, berupa padatan (tulang dan kepala) yang memberikan dampak kurang baik terhadap lingkungan. Namun ikan lele oversize terutama tulang dan kepala ini ternyata memiliki manfaat yang sangat tinggi terutama bagi kebutuhan tulang pada manusia.

Melihat peluang ini kelompok mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil mebuat sebuah inovasi dari perpaduan coklat dengan ikan lele oversize. Rasanya nikmat dan juga sangat bermanfaat bagi tulang karena coklat ini memiliki nilai kasium yang sangat tinggi.

Ide tersebut direalisasikan oleh lima mahasiswa Institut Pertanian Bogor, yaitu Ahmad Idris Abdurrohman, Achmad Yasin, Nurma Yulviarna, dan Euis Liawati dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta Muhamad dari Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Dibawah bimbingan Dr. agr. Eny Palupi, STP, M.Sc, kelima mahasiswa tersebut mampu memanfaatkan kandungan kalsium yang sangat tinggi dari tulang kepala ikan lele oversize dan melahirkan produk coklat terbaru dan pertama di Dunia berupa Coklat Lele Oversize atau  Coklove“. Kreativitas dan inovasi dari kelima mahasiswa tersebut dalam meciptakan Coklove, berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang kewirausahaan tahun 2017. Bahkan, tim ini sudah memiliki nama perusahaan yang apik bernama Coklovindo.

“Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa tepung tulang dan kepala ikan lele memiliki kandungan kalsium yang sangat tinggi” ungkap Ahmad Idris selaku Ketua sekaligus Direktur utama Coklovindo. Penelitian manfaat Kalsium dari Ikan Lele (Clarias sp.) dipelopori oleh Prof. Dr. Drh. Clara Meliyanti Kusharto, M.Sc Profesor bidang Gizi Masyarakat IPB.

Bahan baku ikan lele Oversize banyak diperoleh dari pembudidaya ikan lele di sekitar Bogor. “Inovasi ini, disamping menciptakan peluang usaha bagi mahasiswa dan masyarakat, juga untuk memperkenalkan, mempopulerkan , dan meningkatkan konsumsi produk perikanan yang sehat dan mengandung kalsium yang tinggi” Jelas Ahmad Idris.

Nurma Yulviarna menambahkan cara pembuatan Coklat ini, bahan yang diperlukan yaitu ikan lele ukuran 30 cm, tepung tulang kepala ikan lele oversize, coklat, esen lemon. Tepung tulang lele sekarang dapat dengan mudah didapat dari tepung lele Clarias produk olahan PT. Carmelitha Lestari yang dikembangkan oleh Prof Clara.

“Pertama kali, ikan lele yang berukuran 30 cm dikukus kemudian ikan di hancurkan dagingnya dan disangrai hingga kering. Coklat dilelehkan dan ditambahkan tepung tulang kepala ikan lele sesuai dengan takaran yang telah ditentukan. Selanjutnya, adonan ditambahkan esen lemon serta ditambahkan daging lele sangrai secukupnya. Setelah adonan telah tercampur sempurna, langkah selanjutnya adalah proses pencetakan. Adonan di cetak dalam cetakan berbentuk hati yang masing-masing coklat memiliki bobot 5 gram. Kemudian, coklat dalam cetakan tersebut didiamkan hingga keras dan dimasukkan kedalam pendingin selama 15 menit. Setelah itu, coklat dibungkus dengan alumunium foil dan dikemas dengan menarik” tutur Nurma Yulviarna selaku Manajer Produksi Coklove.

Kelima mahasiswa ini berharap Coklove dapat menjadi salah satu alternative meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu, Coklove diharapkan mampu mengurangi permasalahan pembudidaya berupa pemanfaatan lele oversize yang kurang laku di pasaran. Kini, produk ini dapat diperoleh dengan harga Rp.5000,-/pcs yang dikemas secara unik dan menarik dengan bobot bersih produk sebesar 20 gram/pcs. Adapun setelah melalu proses uji laboratorium, kandungan kalsium dari Coklove adalah sebesar 12863,69/100 gram. Nilai yang sangat tinggi untuk kandungan kalsium pada sebuah produk makanan selingan. Besar harapan Coklovindo untuk turut serta dalam perbaikan generasi berikutnya.

Produk Coklove
Berbagai Macam Produk Coklove

Love your bones with Coklove

FacebookTwitterWhatsAppBlogger PostTumblrGoogle+Share/Bookmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *