Monitoring Green Belt Conservation (GBC) Mangrove di Kabupaten Subang, Jawa Barat

Posted on Posted in IPB

1521899526344 (1)

Mahasiswa MSP mengadakan kegiatan monitoring Green Belt Conservation Mangrove (GBC) pada hari Minggu, 4 Maret 2018 di Desa Legon Wetan, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut terhadap kegiatan yang pernah dilakukan pada tahun 2016 lalu. Kegiatan monitoring ini sudah dilakukan sebanyak 2 kali pasca GBC Mangrove 2016. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 14 orang yang merupakan mahasiswa aktif MSP, alumni MSP, dan dibantu juga oleh masyarakat setempat.

            “Kegiatan ini yang dilakukan di sana adalah pengukuran beberapa parameter seperti panjang daun, lebar daun, tinggi batang, jumlah daun. Kita melihat perkembangan yang terjadi sejak ditanam tahun 2016 lalu”, tutur salah satu anggota Divisi Environment and Sosial (Enso) Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan (Himasper), Institut Pertanian Bogor (IPB), Rafialwan At Thariq.

1521899531465

Hasil monitoring yang dilakukan menunjukkan perkembangan yang memuaskan. Hal tersebut dikarenakan daerah tempat penanaman dan pembesaran mangrove tersebut adalah daerah yang subur. Meskipun terdapat beberapa kendala yang terjadi namun secara garis besar, hasil monitoring ini menunjukkan hasil yang positif.

            “Kita menemukan banyak ikan yang mampu hidup di daerah mangrove ini yaitu ikan glodok. Namun masalah yang terjadi berasal dari alam sendiri. Hal tersebut dikarenakan adanya arus yang besar yang mampu menghanyutkan bibit mangrove yang telah ditanam”, lanjut Rafialwan.

            Akibat besarnya arus yang menerjang bibit-bibit mangrove tersebut, warga setempat turut serta membantu menjaga bibit-bibit mangrove. Warga setempat membantu membuat tembok yang bersifat semi-permanen sebagai menghalang dari gelombang yang besar. Kemudian, di daerah tembok yang dibangun tersebut ditanami mangrove berukuran semai. Seiring berjalannya waktu, semai akan mengalami pertumbuhan dan kemudian tembok tersebut juga akan hancur.

1521899537251

            “Masyarakat setempat turut membantu adanya kegiatan ini. Harapannya kita dapat melakukan monitoring lagi di akhir tahun nanti untuk terus memantau perkembangan mangrove yang sudah ditanam sesuai dengan program kerja dari divisi enso sendiri”, tambah Ariq.

FacebookTwitterWhatsAppBlogger PostTumblrGoogle+Share/Bookmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *