PESUT MAHAKAM : Lumba – Lumba Air Tawar Terancam Punah

Posted on Posted in Buletin Himasper IPB, IPB

indfo himasper

Lumba-lumba dan porpoise sungai termasuk ke dalam jenis mamalia yang paling terancam punah di dunia. Habitat mereka yang telah banyak berubah dan terdegradasi oleh aktifitas manusia, seringkali berujung pada penurunan drastis dari jumlah populasi dan penyebaran mereka (Reeves et al. 2000). Salah satu jenis lumba-lumba air tawar terdapat di Sungai Mahakam dan danau-danau yang terhubung dengan sungai ini di Kalimantan Timur, Indonesia, yaitu lumba-lumba sungai fakultatif Orcaella brevirostris, yang sering juga disebut Irrawaddy Dolphin (nama umum) atau Pesut (nama lokal). Spesies ini dapat ditemukan di perairan dangkal, pesisir pantai daerah tropis dan subtropics Indo-Pasifik serta di sistem sungai utama berikut: Mahakam, Ayeyarwady dan Mekong, dimana penurunan jumlah dan penyebaran serta ancaman-ancaman terhadap mereka masih terus berlangsung (Smith et al., 2003).

Berikut merupakan klasifikasi ilmiah Pesut Mahakam (Gray 1866)

Kingdom          : Animalia

Filum               : Chordata

Kelas               : Mammalia

Ordo                : Cetacea

Famili              : Delphinidae

Genus              : Orcaella

Spesies             : Orcaella brevirostris

 

Pesut Mahakam memiliki panjang tubuh 2 – 2.7m dan berat berkisar antara 90-150 kg, dimana jantan lebih besar dibandingkan dengan betina nya. Pesut yang baru lahir memiliki panjang 90cm – 1m dan berat 10-12kg. Pesut memiliki kecepatan berenang hingga 5km/Jam, akan tetapi terkadang berenang dengan kecepatan maksimum sampai 20km/Jam. Pesut hidup berkelompok dan bergerak dalai kawanan kecil, biasanya dalai satu kelompok dapat dijumpai tidak lebih dari 10 ekor pesut, dan individu yang hidup soliter sangat jarang terlihat walaupun mereka hidup didalam air tawar berlumpur yang menjadikan jarak pandang tidak begitu tajam.

Habitat Pesut di Kalimantan Timur dapat ditemukan hingga hulu anak-anak sungai Mahakam. Pada perairan pantai pesut hidup pada kedalaman tidak lebih dari 20-30 meter dan di sungai pada kedalaman hingga 50 meter. Sebagai spesies yang hidup di dua jenis perairan tawar dan asin, lumba-lumba dapat menjadi spesies indikator yang mengindikasikan sehat atau tidaknya ekosistem perairan tersebut

Pada tahun 2000,  pesut diklasifikasikan ke dalam Daftar Merah IUCN sebagai salah satu spesies yang sangat tercancam punah. Spesies ini juga dilindungi oleh perundang-undangan di Indonesia. Belum ada informasi yang jelas mengenai jumlah populasi pesut di Indonesia. Menurut Danielle Kreb dari organisasi RASI jumlah spesies pesut di Sungai Mahakam Kalimantan Timur yaitu sekitar 50- 70 ekor dan dikategorikan sebagai spesies sangat kritis (Critically Endangered)

  • Dilindungi oleh UU No. 5 Tahun 1990 Tentang: Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya
  • IUCN CE (Critically Endangered)
  • CITES Appendix I
  • Spesies yang dijadikan symbol Provinsi Kalimantan Timur

Reeves  RR. BD Smith & T Kasuya, (eds), 2000. Biology and conservation of freshwater cetaceans in Asia. Occasional Paper of the IUCN Species Survival Commission, 23, IUCN, Gland, Switzerland.

Smith BD. Beasley I. & Kreb D. 2003. Marked declines in populations of Irrawaddy dolphins. Oryx, 37, 401-401.

Kreb D. 2002. Density and abundance of the Irrawaddy dolphin, Orcaella brevirostris, in the Mahakam River of East Kalimantan, Indonesia: a comparison of survey techniques. The Raffles Bulletin of Zoology, Supplement, 10, 85–95.

FacebookTwitterWhatsAppBlogger PostTumblrGoogle+Share/Bookmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *