Scientist of MSP dan Biodiversitas Perairan oleh ATLANTIK, Himasper 2016

Posted on Posted in IPB

1463357039243

 

Korelasi merupakan ikatan yang sejatinya nyata. Biota dan air, secara tidak langsung membentuk ikatan sederhana dalam pola hidupnya. Baik belum tentu baik, bahkan burukpun tidak mutlak menjadi buruk. Ilmu yang semakin tinggi dapat menuai informasi yang kompeten, sehingga tidak ada perdebatan yang kompleks dalam kajiannya.

 

Divisi Assesment Strategic (ASTRAT) dan Kelompok Pemerhati Lingkungan Perairan ATLANTIK Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan (Himasper) telah melaksanakan kegiatan Scientist of MSP dan Biodiversitas Perairan Kampus 2016. Acara ini dilaksanakan pada hari Minggu, 15 Mei 2016 di Danau LSI – Situ Perikanan, Kampus IPB Dramaga, Bogor. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 30 orang. Tujuan diselenggarakannya kegiatan Scientist of MSP adalah untuk mengaji status perairan Danau LSI – Situ Perikanan melalui data kualitas air, dan Bidoversitas Perairan Kampus bertujuan mengaji jenis biota perairan Danau LSI – Situ Perikanan. Kegiatan yang menjadi program kerja tahunan dari Himasper IPB ini, diharapkan mampu menjadi sarana dalam menentukan status perairan Danau LSI – Situ Perikanan melalui kualitas perairan, serta data pendukung berupa keberadaan biota yang hidup di dalamnya.

Kegiatan diawali dengan briefing teknis lapang dimulai pada pukul 06.30 WIB. Briefing ini dipandu oleh Ilham Habib selaku ketua ATLANTIK Himasper 2016, dilanjutkan dengan penyampaian beberapa teknis umum oleh Gusti Abi Dzar Al Ghiffary. Tak lupa, sambutan dari pembina Himasper yaitu Ibu Inna Puspa Ayu yang turut hadir dalam kegiatan ini. Berkat antusias peserta dan semangat yang dimiliki panitia, kegiatan Scientist of  MSP 2016 berjalan dengan baik. Pengambilan sampel kualitas air dan biota air dilakukan oleh dua tim, yaitu tim Danau LSI dan tim Situ Perikanan. Tim Danau LSI mengambil sampel kualitas air pada dua titik sampling yaitu inlet dan tengah, sedangkan pengambilan biota air dilakukan pada empat titik sampling yaitu inlet, tengah, samping kiri dan samping kanan Danau LSI. Sedangkan di Situ Perikanan, hanya ditetapkan satu titik sampling yaitu pada bagian inlet Situ Perikanan, atau outlet Danau LSI. Hal ini dilakukan dengan asumsi bahwa Situ Perikanan merupakan perairan yang homogen, artinya perairan yang memiliki kondisi yang sama pada setiap bagiannya, khususnya untuk kualitas perairan.

1463357161003

Data kualitas air yang diambil berupa parameter in situ dan ex situ. Parameter in situ adalah parameter yang diamati pada saat pengambilan sampel di lapang yaitu berupa suhu, pH dan DO. Parameter ex situ adalah parameter yang dianalisis tidak pada saat pengambilan sampel, melainkan harus menggunakan alat laboratorium yang lebih khusus. Parameter tersebut di antaranya nitrat, nitrit, amonia dan ortofosfat. Asumsi dari pemilihan data yang diambil sudah dapat merepresentasikan kondisi kualitas air di perairan tersebut. Selain itu, parameter tersebut merupakan fakor kimia-fisika yang secara langsung mempengaruhi keberadaan biota air di dalamnya. Biota air yang diamati diantaranya adalah plankton, benthos, neuston, ikan dan tumbuhan air. Selain itu, ada pengamatan kecerahan, kedalaman, substrat, koordinat titik sampling dan morfometri dari Danau LSI – Situ Perikanan.

Luaran yang akan dihasilkan dari kegiatan ini berupa informasi umum terkait status perairan Danau LSI – Situ Perikanan serta keanekaragaman biota perairan yang hidup di dalamnya. Selain itu, informasi tersebut akan dipublikasikan dalam bentuk tulisan atau artikel ilmiah serta pembuatan dan pemasangan papan informasi di dua tempat pengamatan yaitu Danau LSI dan Situ Perikanan. Tulisan ilmiah ini dapat berupa jurnal maupun buku biodiversitas perairan kampus, yang kemudian akan dilengkapi dengan data biodiversitas dua tahun sebelumnya. Melalui adanya tulisan ilmiah mengenai biodiversitas perairan kampus yang meliputi perairan menggenang dan mengalir, diharapkan hal tersebut dapat mendukung konsep IPB sebagai kampus biodiversitas.

1463295831769Aktivitas ini tidak terlepas dari kelebihan dan kekurangan. Harapan untuk lebih baik lagi selalu ada di setiap bagiannya. Saudari Ageng  (peserta) berpendapat bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang bermanfaat dan dengan adanya pembagian tim saat pengambilan sampel dapat mempermudah kerja, sehingga lebih efisien. Selain itu pendapat lain disampaikan oleh Neni (peserta), bahwa perlu diadakannya publikasi lebih terhadap kegiatan yang akan dijalankan serta peningkatan minat terhadap kegiatan tersebut. Harapan besar untuk selanjutnya adalah terealisasinya konsep biodiversitas yang nyata sehingga informasi tersebut menjadi ilmu baru yang terus berkembang. Terlepas dari itu, kontribusi aktif dari berbagai pihak sangatlah penting. Oleh karena itu, komunikasi yang efektif sangatlah diperlukan untuk terciptanya keutuhan dalam pelaksanaan (15/5/2016).

 

Kurang dan lebih, menjadi acuan nyata untuk kedepannya. Lelah bukan berarti tidak mau berjalan, enggan bukan berarti malas. Nyatanya, dorongan lain masih mencoba. Harapan besar yang timbul dari semangat tetaplah ada. Cobalah untuk tersenyum, tatap sang pejuang yang sudah memulai. Kita bisa, jika tetap bersama.

Ditulis oleh: Assesment Strategic Division

Editor: IN

FacebookTwitterWhatsAppBlogger PostTumblrGoogle+Share/Bookmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *