Banjir

Posted Leave a comment

Banjir Bandang adalah banjir di daerah di permukaan rendah yang terjadi akibat hujan yang turun terus-menerus dan muncul secara tiba-tiba. Banjir bandang terjadi saat penjenuhan air terhadap tanah di wilayah tersebut berlangsung dengan sangat cepat hingga tidak dapat diserap lagi. Air yang tergenang lalu berkumpul di daerah-daerah dengan permukaan rendah dan mengalir dengan cepat ke daerah yang lebih rendah. (more…)

Pulo Geulis Kebanjiraaan

Posted Leave a comment

Kebanjiraaan ??? Setelah sekian lamanya akhir hari itu datang juga,,, sungguh tak diduga sebelumnya. Kali ini banjir yang di alami Mbah Tjiliwoeng bukan seperti yang sering terjadi di Jakarta. Namun, Minggu 19/04 2009 Pulo Geulis “dibanjiri” Tim Riset. Senang sekali rasanya, jadi semangat nyemplung di air.

Hari ini Tim Riset bertambah anggotanya, dari minggu kemarin. Berkat Wildan (Ketua HIMASPER) yang berhasil mengajak anggotanya untuk melakukan pengamatan Kualitas Air di Pulo Geulis. 10 orang dari Tim Riset (Aan, Rubi, Romi, Firin, Upil LAWALATA, Wildan dan 5 anggota HIMASPER) seperti biasa kumpul di depan BNI IPB Darmaga. Setelah dihitung-hitung, Tim memutuskan untuk menyewa Angkot 03.

“Dah siap nas? kita mau berangkat neh” isi sms dari Rubi. “Ok, Tapi aku nunggu di Lampu Merah Bubulak aja ya?” balasku.
Sekian lama menunggu akhirnya HPku berbunyi “Nas lo dimana? kita dah di Lampu Merah Bubulak neh”. “Dibawah tulisan CIFOR Bos” Jawabku. “Wah kayaknya, lo salah deh Nas, itu Lampu Merah Laladon, kita tunggu di Lampu Merah Bubulak ya? Lo cepetan naik angkot 32” Lanjut Aan. “Ok Bos, Segera. Maaf salah tempat:) hehehehe” Malu aku. Tanpa berpikir panjang, aku langsung naik angkot 32. Tak lama angkot berjalan, terlihat Aan, rubi dan Firin yang berdiri di samping Angkot 03, “kiri pak” kataku pada supir seraya bergerak turun.
“Oalah dasar orang Kubu, ngrepotin aja. Katanya nunggu di Bubulak, kok malah nunggu di Laladon” Ejek Firin dibarengi tawa dari teman-teman yang lain. “Sory bos, aku kira Lampu merah yang sana itu Bubulak, 🙂 hehehe” Elakku. Kamipun langsung naik angkot 03 menuju sungai. Selama perjalanan kami bercanda ria. Hari ini aku yang jadi bahan ejekan si Firin. Ngak papalah Rin, Yang penting semuanya bisa ketawa di sempit dan panasnya Angkot 03.

Sampai di tempat tujuan, Tim langsung menuju lokasi pengamatan. Tak disangka, di sungai telah menunggu Keluarga Muslich dan Mas Bowie LATIN yang duduk2 di bebatuan. Menurut Suami Widi, Guru Besar Bowie menunggu sejak jam 7 pagi. Ampuuun “Suhu” bukannya kurang ajar, tapi kami memang telat 🙂 wkwkwkwk.

Sekitar pukul 8 an, Koordinator Riset, Muslich, langsung merapatkan pasukannya untuk memberikan arahan. Dari briefing diputuskan untuk membagi Tim menjadi 3 yaitu; Tim 1 di pimpin Aan melakukan pengamatan kualitas air di Titik 1 dan 2 (kiri sungai), Tim 2 dipimpin Rubi melakukan pengamatan kualitas air di Titik 3 dan 4 (kanan sungai), dan Tim 3 dipimpin Firin melakukan wawancara sosial dan budaya masyarakat di Kampung Pulo Geulis.

4 jam berlalu tak terasa pengamatan Tim 1 selesai. Kamipun menuju “Jembatan Pemuda” berharap Tim yang lain sudah berada di sana. Sesampainya di tempat yang telah disepakati, kami melihat Tim 2 belum selesai mengkur Arus di titik yang lokasinya dibawah kami berdiri. Arus di titik 3 ini memang besar, jadi wajar saja mereka lama, pikirku. Tim 1 pun turun ke sungai untuk membantu Tim 2. “Disini tinggal Bioindikatornya doank, tapi Titik 4 belum. Bantu ya” kata muslih. “Ya udah kita keroyok aja, biar cepet kelar”, Aan meng”iya”kan.
Menyingkat waktu, setelah selesai di Titik 3, Kamipun beranjak menuju Titik terakhir. Perjalanan menuju lokasi kami bertemu dengan Tim yang melakukan wawancara. Widi menyarankan untuk singgah dahulu di Vihara yang ada di tengah Kampung. Penasaran, kamipun sepakat untuk menerima tawaran itu.

Vihara yang menyimpan sejarah Kampung Geulis ini bersih terawat. Didalamnya terdapat banyak patung2 khas budaya Cina. Aroma dupa menyengat hidung ketika memasuki ruangan. Di sebelah kiri, ada rak buku yang berisi buku2 tentang budaya seperti ajaran hidup, pengobatan, mantra2 dll. Di belakang ada sebuah makam. Yang tak kalah menariknya, ada sebuah batu besar yang ditutup kain putih. Konon, menurut “kuncen” Vihara, jika ada yang bisa merangkul batu tersebut akan mudah mendapatkan Jodoh (Yang pengen cepet nikah,,, datang aja Bos, siapa tahu beruntung:) hehehe).

Samping kanan ada sebuah patung Macan dan di bawahnya ada patung kura-kura. Masyarakat percaya bahwa Pulo Geulis tidak akan tenggelam karena Patung tersebut menjaga Kampung ini. Kami pun berfoto-foto untuk mengakhiri kunjungan ini.

Dari Vihara kamipun bergerak menuju sungai untuk menuntaskan pekerjaan. Karena “dikeroyok” pengamatan di Titik 5 ini pun berakhir dengan cepat. Piuuuh selesai juga pengamatan di Pulo Geulis ini. Seperti biasa Riset diakhiri dengan evaluasi yang dipandu oleh Koordinator Tim Riset Tjiliwoeng.

Terimakasih teman-teman yang tergabung dalam Tim Riset atas kerjasamanya. Ditempat lain Laskar Karung juga membanjiri sungai Ciliwung. Smoga minggu-minggu mendatang sungai Ciliwung selalu di banjiri oleh orang-orang yang ingin mewujudkan mimpi-mimpi Mbah Tjiliwoeng.

(Tim Riset Tjiliwoeng)

Sumber : http://www.tjiliwoeng.co.cc/2009/04/pulo-geulis-kebanjiraaan.html

pelatihan blok lk ipb

Posted 2 Comments

in isebagai contoh

in link IPB

Pertanyaan

  1. Cara ngepost lwat word
  2. Kategori user bedanya apa
  3. cara upload pake file zilla dll

Ilmu baru

  1. Cara nambah gadget dari ipb di http://www.ipb.ac.id/badge/
  2. Masukin foto lewat flickr
  3. link web blog ku http://mohammadl07.student.ipb.ac.id/
  4. user name krs
  5. ada beberapa ilmu daftar website toko online buku di http://ikanbijak.wordpress.com

link2 himasper sebelumnya

1. http://web.ipb.ac.id/~msp-fpik/himasper/index.htm#bea

2.  http://www.mail-archive.com/msp39@yahoogroups.com/msg00741.html

3. http://www.mail-archive.com/msp39@yahoogroups.com/msg00972.html

4. berita dari IPB website kampus http://www.ipb.ac.id/id/?b=54

5. http://www.gatra.com/2006-03-22/artikel.php?id=93197